Cara Merawat Tas Branded Supaya Awet Bertahun-tahun

Sunday, 23 August 2026

Semakin banyak orang Indonesia yang tertarik mengoleksi tas luxury, bahkan preloved luxury. Tetapi apakah mereka sudah memahami cara merawatnya dengan benar? 

Di tengah tren ‘in this economy’, pasar tas mewah branded atau luxury yang diperkirakan akan melemah,ternyata animonya tetap bertahan. Tak hanya bertahan, bahkan minatnya semakin meningkat seiring dengan menjamurnya pasar barang mewah bekas (preloved luxury) di Indonesia seperti yang diutarakan oleh tim Kontan.co.id.  

Jumlah reseller preloved luxury mungkin sudah tidak terhitung lagi di Jakarta sendiri. Di pusat butik luxury di Jakarta Selatan, terdapat lebih dari 95 toko penjual barang mewah bekas di Senayan Trade Center (STC). Dulunya, STC adalah pusat perbelanjaan sepeda mewah dan juga elektronik. Namun sekarang, dua lantai di mal tersebut sudah ditempati secara eksklusif oleh para penjual tas preloved luxury

Hal ini membuktikan fenomena tingginya minat terhadap tas luxury yang semakin jelas. Menurut Kompas.com, tingginya minat ini didukung oleh tren gaya hidup dan kemudahan mengakses atau membeli barang-barang luxury secara digital. Pada case pasar tas preloved luxury, harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan harga baru menjadi pendukung minat ini. 

Akan tetapi, membeli tas mewah tidak berarti tas tersebut akan terlihat seperti 'baru' setiap waktu. Biasanya, setiap pemakaian akan meninggalkan tanda-tanda bekas pemakaian seperti goresan halus, noda kotoran, atau bahkan kikis di sudut tas. Terlebih lagi, tas preloved umumnya akan menunjukkan kekurangan dari bekas pemakaian pemilik sebelumnya.  

Mempertimbangkan tingginya value tas mewah, meskipun preloved, sangat penting untuk tahu dan paham cara perawatannya. Berikut sudah kami rangkum cara-cara simpel untuk merawat tas luxury kamu di rumah, berdasarkan advise dari tim Kaya Leathers yang sering disampaikan ke customer:  

  1. Bawa Beban Secukupnya di dalam Tas
    Tas luxury, terutama yang berbahan genuine leather, memang umumnya memiliki durability dan strength yang sangat baik. Namun, jika ingin mempertahankan bentuk tas supaya tidak berubah jauh, maka kita harus memperhatikan beban yang kita masukkan ke dalam tas. Beban berlebih dapat menyebabkan perubahan bentuk pada tas, bahkan kerusakan seperti putusnya handle atau strap tas. 

    Beberapa orang mungkin suka dengan bentuk tas yang tidak kaku lagi atau slouchy seiring dengan pemakaian, seperti Hermès Birkin yang dipakai oleh Jane Birkin. Tapi juga ada loh beberapa orang yang mau bentuk tasnya tetap kokoh seperti kondisi awalnya. Jadi, penting sekali untuk memperhatikan hal ini! 

  2. Simpan di Tempat yang Sejuk, Tanpa Silica Gel
    Cara penyimpanan masih sering menjadi penyebab kerusakan pada tas luxury, terutama pada 'tempat' penyimpanan. Jika tempat penyimpanannya merupakan tempat yang pengap dan lembap, maka jamur dapat mudah sekali muncul, apalagi pada tas kulit. Di Indonesia, kita harus sangat berhati-hati karena tingginya kelembapan baik di luar maupun di dalam ruangan. Pilihlah tempat penyimpanan yang relatif kering dan sejuk. 

    Selain memilih tempat yang sejuk, ada baiknya untuk menghindari penggunaan silica gel. Silica gel memang berfungsi untuk menyerap kelembapan dan dapat menghindari tas dari munculnya jamur. Namun, jika terlalu sering dan dalam jangka waktu yang lama, silica gel dapat membuat tas kulit menjadi kering karena kelembapan pada kulit juga ikut terserap. Jadi, jika kamu sudah menyimpan tas di tempat yang sejuk, maka tidak perlu lagi menggunakan silica gel

  3. Hindari Paparan Sinar Matahari atau Lampu Secara Langsung
    Salah satu kesalahan yang paling sering tidak disadari adalah menyimpan tas di tempat yang terkena paparan sinar matahari atau lampu secara langsung. Paparan cahaya, apalagi sinar UV dari matahari, dapat menyebabkan warna tas memudar. Biasanya, bagian yang terkena sinar akan menjadi lebih pucat dibandingkan dengan sisi lainnya. Lebih parahnya lagi, pada tas berbahan patent leather, paparan sinar langsung dapat menyebabkan yellowing atau oksidasi terjadi lebih cepat. 

    Efek ini paling mudah terlihat pada tas kulit yang berwarna cerah dan, sayangnya, sifat perubahan warnanya permanen. Jadi, hindari menaruh tas di dekat jendela, di atas meja yang tersorot lampu terang, atau di rak yang terkena cahaya seharian. Idealnya, kamu bisa menyimpan tas di dalam dust bag dan meletakkannya di lemari yang sejuk.  

  4. Aplikasikan Leather Lotion / Conditioner Secukupnya, Tidak Berlebihan
    Bahan kulit asli memang butuh kelembapan supaya sifatnya tetap lentur dan tidak kering, tapi bukan berarti harus sering diberi conditioner. Memang terkadang kita perlu leather conditioner, tapi pemakaian yang berlebihan dapat membuat pori-pori kulit tersumbat. Lebih parahnya lagi, warna kulit menjadi lebih gelap dan permukaannya terasa lengket jika dipegang dan mudah menempel debu. 

    Cukup aplikasikan pelembap kulit tipis-tipis setiap beberapa bulan sekali dan selalu pakai produk yang memang diformulasikan untuk jenis kulit tasmu (perhatikan apakah itu untuk genuine leather atau nubuck). Sebelum pemakaian, tes dulu lotion di bagian yang tersembunyi untuk memastikan tidak ada perubahan warna. Ingat, dalam merawat kulit, ‘secukupnya’ lebih baik daripada ‘sebanyak-banyaknya’.  

  5. Jangan Taruh Tas Sembarangan, Apalagi di Permukaan Kasar
    Kebiasaan menaruh tas sembarangan bisa menjadi salah satu penyebab utama kerusakan yang sering tidak disadari. Contoh permukaan yang kasar seperti lantai semen, meja kayu yang tidak halus, atau bahkan aspal saat sedang bepergian. Hal ini dapat menyebabkan bagian bawah, biasanya sudut tas, tergores dan lama-lama terkikis. Bahan kulit paling rentan karena goresan halus saja sudah cukup untuk merusak tekstur permukaan tas secara permanen.  Jadi, biasakan menaruh tas di permukaan yang bersih dan rata, atau manfaatkan gantungan tas jika sedang di luar rumah. Untuk penyimpanan di rumah, letakkan tas di rak berlapir kain lembut, atau masukkan ke dalam dust bag-nya.  

Tips ini mungkin tidak mudah untuk dilakukan, apalagi kita sering tidak sadar saat sedang bepergian. Merawat tas luxury memang bukan soal satu langkah besar, tapi begitu terbiasa, maka semua ini akan menjadi refleks yang otomatis. Mulai dari langkah paling sederhana dahulu yang bisa kamu lakukan, lalu bangun pelan-pelan hingga menjadi kebiasaan.